BADAN HUKUM CU MOTOTABIAN: Nomor : 07/BH/XXV.13/DPPPKM-KK/XII/2010, tanggal 16 Desember 2010

Senin, 26 Desember 2011

Tiga Hal Penting Dalam Menjalankan Strategi Bisnis

Berbicara mengenai strategi di dalam bisnis berarti kita berbicara mengenai bagaimana cara kita dalam berkompetisi atau tempat dimana kita berkompetisi. Jika strategi bisnis yang kita maksud adalah berbicara mengenai bagaimana cara kita dalam berkompetisi dengan kompetitor, maka ada tiga hal penting yang tidak boleh dilupakan, yaitu melakukan sesuatu yang berbeda dengan kompetitor, melakukan sesuatu yang tidak mudah untuk dijiplak, dan memiliki keunggulan kompetitif. Ketiga hal tersebut memang merupakan hal yang tidak boleh diabaikan.

Berikut beberapa penjelasan singkat mengenai ketiga hal tersebut :

Melakukan sesuatu yang berbeda dengan kompetitor

Ketika kita menjual suatu produk atau jasa, usahakan kita selalu menawarkan hal yang berbeda dengan kompetitor. Misalnya ketika kita menawarkan jasa perhotelan kepada calon klien, salah satu yang harus kita tekankan adalah perbedaan yang kita miliki dengan kompetitor lainnya, misalnya paket sarapan yang lebih lengkap, seperti jika kompetitor kita tidak menyediakan makanan pembuka gratis, kita menyediakannya.

Nah, melakukan atau memikirkan suatu hal yang berbeda merupakan strategi bisnis yang ampuh untuk mendapatkan keuntungan. Mungkin kita lihat, banyaknya hotel yang ada, tapi apa yang membuat tertarik calon konsumen yang ada? Yaitu perbedaan yang dimiliki oleh hotel tersebut. Nah, soal perbedaan, kita bisa mengambil contoh tentang salah satu hotel di Hawaii, yang memiliki fasilitas yang menarik dan berbeda dari kebanyakan hotel, yaitu berenang bersama dengan lumba-lumba..wow, suatu hal yang berbeda dengan yang lainnya bukan? Tetapi hal berbeda tersebut memang adalah salah satu strategi utama yang harus dipikirkan oleh perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa apapun untuk menghasilkan keuntungan dan nilai lebih dibandingkan dengan kompetitor.

Melakukan sesuatu yang tidak mudah untuk dijiplak

Selasa, 13 Desember 2011

ANGGARAN BELANJA KELUARGA

Keluar Dari Masalah Keuangan atau bebas dari masalah keuangan adalah dambaan setiap orang yang bekerja keras untuk mencari uang. Memang uang bukan segalanya, tetapi kita juga tidak bisa menutup mata bahwa hampir segala-galanya membutuhkan uang bahkan dalam urusan doa-pun seringkali kita membutuhkan alat yang hanya bisa dibeli dengan uang. Itu berarti uang adalah penting untuk kita atur, seharusnya bukan kita yang diatur uang.
 
Sebelum bicara lebih lanjut masalah uang, ada dua pertanyaan kepada anda. Ambil waktu beberapa menit untuk bermenung lalu jawab pertanyaan ini dengan jujur dalam hati;
  1. Dalam daftar belanja tetap bulanan, menabung anda tempatkan pada posisi nomor berapa?
  2. Jika saat ini saya berikan hadiah uang kepada anda Rp 500.000,- apa yang muncul dalam pikiran anda tentang uang itu? Mau diapakan uang itu?
Mengapa menjawab pertanyaan ini secara jujur sangat penting? Karena sebenarnya dari sinilah berawal masalah kesulitan keuangan, dan dari sini juga berawal kebebasan dari kesulitan keuangan. Mari kita bahas satu-persatu;

Pertanyaan Pertama.

Kamis, 24 November 2011

Credit Union Mototabian = Filosofi Petani

Credit Union Mototabian muncul ditengah-tengah masyarakat Kotamobagu - Bolaang Mongondow - Sulawesi Utara yang sebagian besar adalah petani. Lembaga ini muncul dengan tujuan meningkatkan  kwalitas sosial - ekonomi masyarakat Sulawesi Utara dengan mengubah pola pikir masyarakat yang sebelumnya berjiwa konsumtif, menjadi orang yang berjiwa produktif. Untuk mewujudkan harapan tersebut, maka yang menjadi hal utama bagi CU Mototabian adalah PENDIDIKAN bagi anggota. Dengan PENDIDIKAN inilah secara bertahap bisa merubah pola pikir masyarakat.

Gerakan CU MOTOTABIAN tidak terlepas dari “Filosofi Petani”. Petani menanam, merawat, hingga memetik hasilnya. Untuk menanam, para petani harus memiliki “benih”. Oleh karena itu setelah panen, hasil panen tidak langsung habis untuk dikonsumsi, tetapi sebagian disimpan sebagai benih. Begitu pula dalam ber-CU, kita juga harus memiliki benih (modal). Setelah memiliki modal, barulah kita bisa mengembangkan modal yang sudah ada dengan harapan dapat memberikan hasil yang memuaskan.



Selasa, 16 Agustus 2011

Lakukan Investasi, Maka Anda Kaya

 Kita semua mengetahui bahwa aset adalah suatu yang sangat berharga dan manusia merupakan aset yang paling sangat berharga karena merupakan anugrah dari Tuhan Sang Pencipta. Jika dipilah, maka ada bermacam macam aset di muka bumi ini, namun yang dibahas disini hanya terbatas pada aset yang berhubungan dengan perencanaan keuangan utamanya aset finansial saja.

Berbicara mengenai penambahan aset, alangkah bijak jika kita melakukan evaluasi terhadap kekayaan (aset) bersih yang kita miliki. Aset atau kekayaan bersih adalah selisih dari total kekayaan atau harta yang anda miliki dikurangi oleh seluruh utang yang ada.

Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:

Selasa, 14 Juni 2011

PEMENANG & PECUNDANG

PEMENANG & PECUNDANG

Ada hal yang membedakan seseorang PEMENANG dengan PECUNDANG. Seorang PEMENANG akan selalu bangkit dari kekalahan dan melakukan sesuatu untuk MENANG, namun tidak bagi PECUNDANG.

Seorang PECUNDANG tak tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah, tetapi sesumbar apa yang dilakukannya bila MENANG.

Sedangkan, PEMENANG tidak berbicara apa yang dilakukannya bila ia MENANG, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila ia kalah.
(By, ERIC BERNE)...



Salam sukses !

Sabtu, 21 Mei 2011

PERAN CREDIT UNION DALAM MEMBANGUN EKONOMI KERAKYATAN

          Filosofi dasar Credit Union adalah membantu diri sendiri dan sesama (self help and others) dan di Indonesia memiliki tiga pilar dalam mengembangkan Credit Union, yaitu : Pendidikan, Solidaritas dan Swadaya. Ketiga pilar ini harus dijalankan secara konsisten. Barang siapa yang tidak menjalankan ketiga pilar tersebut akan mengalami kendala dan masalah yang lebih besar dan kompleks dibandingkan dengan mereka yang menjalankan. Ketiga pilar ini merupakan suatu yang menjadi ciri khas dan sekaligus perbedaan Credit Union dengan koperasi yang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Jumat, 20 Mei 2011

Tips Menghadapi Kejenuhan Dalam Bisnis

Ada saat dimana kita merasa begitu jenuh dengan rutinitas bisnis, tidak peduli seberapa besar kenaikan atau kemajuan yang sedang menghampiri bisnis kita.
Rasa ini mendadak saja datang, membuat kita tidak mampu berpikir jernih dan untuk sementara malas berbuat apa pun.
Sebagai manusia, wajar sekali kita dilanda kejenuhan. Anda bukan satu-satunya manusia di dunia ini yang mengalami tekanan ini. Saya dan siapa pun pasti pernah, jadi tetaplah berusaha menghadapi hal ini dengan jernih.
Caranya? Mari kita intip tips berikut :

Rabu, 18 Mei 2011

Koperasi dan UMKM Sebagai Penggerak Pemberdayaan Masyarakat & Kemandirian Bangsa

Koperasi dan UMKM Sebagai Penggerak
Pemberdayaan Masyarakat & Kemandirian Bangsa

T.Handono Eko Prabowo, MBA, Ph.D; Universitas Sanata Dharma - Yogyakarta
(Cuplikan Materi Seminar Nasional BKCU-K, 6 Mei 2011 di Jakarta)
ABSTRAK
Globalisasi, persaingan bebas dan sistim perekonomian yang kapitalistis ditengerai menjadi ”biang kerok” hancurnya sendi-sendi ekonomi dan kedaulatan negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Negara semakin tidak mampu lagi menentukan nasib negaranya termasuk membuat kebijakan yang sesuai dengan kepentingan rakyatnya. Negara terlalu sering ”tidak hadir” di tengah penderitaan rakyatnya sendiri. Kapitalisme global begitu menjerat, menyandera, dan ”merebut” kedaulatan sosial ekonomi di Indonesia. Arah ekonomi Indonesia semakin “merisaukan” dan ”roh pembangunan” untuk rakyat semakin hilang. Ekonomi pasar ”telah gagal” mengurangi kemiskinan dan gagal mengakhiri pengangguran. Pembangunan ”menggusur orang miskin” dan menjadikan mereka semakin termarginalisasi ”bukan menggusur kemiskinan”. Maka rakyat dengan segala kekuatan transformatif yang dimilikinya mau tidak mau harus siap menyelamatkan dirinya sendiri untuk terhindar dari kondisi yang lebih buruk. Rakyat memiliki potensi kekuatan transformatif luar biasa seperti koperasi credit union dan UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat. Apabila kekuatan-kekuatan transformatif dikelola dengan baik maka rakyat mampu membentuk konstruksi masyarakat yang dicita-citakan. Masyarakat yang berdaulat secara sosial ekonomi, sejahtera dan lebih bermartabat.


1.      PENDAHULUAN

Selasa, 17 Mei 2011

MAMPUKAH CREDIT UNION BERTAHAN 100 TAHUN LAGI ?

MAMPUKAH CREDIT UNION
BERTAHAN 100 TAHUN LAGI ?
Oleh : Paul Soetopo
(Cuplikan Materi Seminar Nasional BKCU-K, 6 Mei 2011 di Jakarta)

Pendapat saya berikut saya tarik dari pengalaman saya yang lebih dari 30 tahun berada di Bank Sentral sebagai Regulator bank-bank dan LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank) serta keterlibatan saya selama beberapa tahun di Kantor Pusat International Monetary Fund (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat. Beberapa tahun terakhir ini saya dilibatkan oleh Bapak A.R. Mecer, Ketua BKCU-K, untuk mendalami – secara teoritis dan praktek – Credit Union.

Sehubungan dengan itu perkenankanlah saya memberikan beberapa catatan sesuai pemahaman saya selama ini sebagai berikut :

Kamis, 12 Mei 2011

EKSISTENSI DAN PARTISIPASI KOPERASI CREDIT UNION DALAM MEMBANGUN "EKONOMI KERAKYATAN" DI INDONESIA

EKSISTENSI DAN PARTISIPASI KOPERASI CREDIT UNION DALAM MEMBANGUN "EKONOMI KERAKYATAN" DI INDONESIA
(Cuplikan Materi Seminar Nasional BKCU Kalimantan. Jakarta, 6 Mei 2011)

Ada tiga pelaku utama ekonomi di Indonesia yang berperan penting dalam menggerakkan perekonomian nasional, yaitu BUMN, swasta dan koperasi. Namun dalam perkembangannya, sejak negara ini dibangun sampai saat ini, posisi tawar BUMN dan swasta dalam menguasai sumberdaya ekonomi sangat jauh lebih kuat dibandingkan dengan koperasi. Bahkan memasuki akhir tahun 1992 dalam perekonomian global muncul trend ekonomi berbasis konglomerasi. Hal ini berpengaruh kuat dalam perekonomian bangsa dan membuat kehidupan koperasi dan semangatnya semakin tidak begitu populer lagi. Bahkan dalam sebagian masyarakat Indonesia muncul pertanyaan : Apakah dalam era globalisasi ini masih relevan mengembangkan koperasi di Indonesia ?

Namun krisis moneter yang melanda beberapa negara di kawasan Asia (Korea, Thailand, Indonesia, Malaysia) pada tahun 1997 memberikan pembelajaran yang sangat berharga bagi pengambil kebijakan dan keputusan serta pengaturan regulasi bahwa sesungguhnya pengembangan ekonomi bangsa yang berbasis konglomerasi itu rentan terhadap badai krisis moneter. Sementara itu, pada saat yang sama kita dapat menyaksikan bahwa ekonomi kerakyatan dan lembaga keuangan mikro (diantaranya adalah koperasi) - yang sangat berbeda jauh karakteristiknya dengan ekonomi konglomerasi - mampu menunjukkan daya tahannya terhadap gempuran badai krisis moneter yang melanda Indonesia. Lembaga keuangan mikro terbukti telah dapat menjaga kesinambungan hidupnya dengan mandiri. Melalui keuangan mikro kebangkitan ekonomi rakyat maupun pengurangan kemiskinan, akan dilakukan oleh rakyat sendiri. Masyarakat menemukan jalannya sendiri untuk mengatasi persoalan yang mereka hadapi (Martowijoyo, 2002).

Dari sekian banyaknya jenis koperasi di Indonesia, yang berkembang dengan baik dan mandiri adalah jenis koperasi CREDIT UNION, yang oleh jajaran pemerintah dikenal dengan panggilan KOPDIT (Koperasi Kredit) dan oleh masyarakat lebih akrab disebut CREDIT UNION. Beberapa media massa memberitakan bahwa Credit Union (CU) sebagai lembaga keuangan mikro non bank, dapat melakukan kegiatan-kegiatan keuangan mikro (micro finance) dengan amat baik, yakni menyediakan jasa keuangan dan pengembangan kapasitas bagi anggotanya.

Karakteristik dasar Credit Union sesungguhnya membangun karakter anggota sebagai kunci keberhasilan melalui tiga pilar yaitu, pendidikan, swadaya dan solidaritas. Melalui pendidikan terus menerus kepada anggota baru maupun penyegaran kepada anggota lama ditingkatkanlah kesadaran tentang makna swadaya dan solidaritas serta pemahaman tentang tata kelola Credit Union yang baik. Hal ini menciptakan kekuatan mental yang terekspresi dalam kesetiaan menjadi "penabung dan peminjam yang baik".

Credit Union di Indonesia, secara nasional pada tingkat Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT) telah mencapai 34 Puskopdit/ pra Puskopdit dengan jumlah 943 Credit Union Primer 1.543.151 orang (anggota) dan asset Rp. 9,650 Triliyun per Desember 2010. Puskopdit BKCU Kalimantan adalah anggota INKOPDIT memiliki 46 Credit Union Primer tersebar di Kalimantan, Jakarta, Jawa Tengah, Jogjakarta, Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua terdiri dari 453.100 orang (anggota) dengan asset Rp. 4,008 Triliyun per Desember 2010. Kondisi tersebut jelas mempunyai arti dan kontribusi dalam membangun "ekonomi kerakyatan" di negeri ini. Kinerja tersebut memotivasi dan memberi inspirasi pelaksanaan seminar nasional dengan tujuan sebagai berikut :

  • Memahami dan mencermati kembali paradigma eksistensi dan perkembangan koperasi Credit Union  baik di tingkat primer, sekunder dan induk sebagai pelayanan jasa keuangan dan pemberdayaan masyarakat/anggotanya di Indonesia.
  • Mengembangkan kerangka kerja untuk memahami lebih luas dan mendalam mengenai peran koperasi Credit Union sebagai kebangkitan ekonomi rakyat dalam tatanan ekonomi Indonesia dan pemberdayaan khususnya.
  • Memahami berbagai kendala penerapan perpajakan terhadap Koperasi dan UKM pada era kebangkitan ekonomi rakyat agar diperoleh kerangka konsep yang sesuai dalam pengembangan dan penetapan regulasi terhadap lembaga keuangan mikro yang layak bagi masyarakat ekonomi lemah.

Sabtu, 30 April 2011

Rahasia Sikap Mental Pengusaha


Banyak orang yang mencoba untuk berwiraswasta, tak semuanya berhasil. Pendiri Grup Saratoga dan Recapital Sandiaga Uno menceritakan rahasia suksesnya.
Pengusaha muda yang juga orang terkaya nomor 27 di Indonesia ini menekankan bahwa sikap mental adalah modal utama bagi calon pengusaha. Sikap mental ini harus dimiliki pengusaha dan calon pengusaha yang ingin berhasil.
 
Pertama, seorang wirausahawan harus punya pola pikir seperti pengusaha. "Mereka harus punya paradigma yang positif dan optimis," kata Sandiaga saat ditemui Yahoo! di kantornya, 26 April lalu.
Sandiaga sendiri mulai berwiraswasta setelah dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja pada 1997. Untuk memulai usaha, modal bukan hal yang dinilai penting oleh Sandiaga. Tabu baginya untuk berkata "saya mau mulai berusaha tapi tak ada modal". 
"Kuncinya adalah kemauan. Begitu kemauan ada, harus ada keberanian," kata dia. Keberanian tersebut akan menjadi modal yang paling utama dengan dukungan ide, rencana mencapai kesuksesan, kemampuan berjejaring dan kepercayaan dari kolega bisnis.
Dengan rangkuman bisnis yang solid tersebut, Sandiaga percaya, bukan pengusaha yang akan mencari modal melainkan modal yang akan menghampiri. Saat mengawali usahanya, Sandiaga mengakui bahwa menjalin usaha memang sangat sulit. Pernah selama enam bulan dia tak mendapatkan satu klien pun. "Sulit sekali mendapatkan kepercayaan dari investor," kata dia.
Seorang pengusaha juga harus mengubah paradigmanya, bukan lagi sebagai karyawan yang menggantungkan hidupnya dari gaji bulanan. Kondisi terjamin itu membuat karyawan tak suka mengambil risiko. Padahal, seorang pengusaha harus berani mengambil risiko. 
"Pengusaha jatuh bangun karena bisnis memang penuh risiko," kata dia. Sandiaga menekankan bahwa kesuksesan tak pernah instan. Kesuksesan hanya dapat dicapai dengan kerja keras dan pantang menyerah.

========================
Oleh : Famega Syavira Putri

Jumat, 22 April 2011

Selamat Hari Raya Paskah 2011

Segenap Penasehat, Dewan Pengurus, Badan Pengawas dan Seluruh Anggota Credit Union Mototabian Kotamobagu, mengucapkan :

SELAMAT HARI RAYA PASKAH 2011

Selasa, 19 April 2011

PENGELOLAAN KEUANGAN BISNIS KELUARGA


PENGELOLAAN KEUANGAN BISNIS KELUARGA
Prof. Roy Sembel
Guru Besar FE UKI, Jakarta
Direktur PT Bursa Berjangka Jakarta (http://www.jfx.co.id)

            Saat krisis 1998, banyak perusahaan besar di Indonesia tumbang. Satu pilar penopang ekonomi ketika itu adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). UMKM sejatinya berakar dari perusahaan keluarga. Di Bangladesh, M. Yunus berhasil menggerakkan bisnis mikro yang dikelola khususnya oleh para ibu rumahtangga. Untuk keberhasilannya itu, beliau mendapat hadiah Nobel pada tahun 2006.

            Kendati begitu, bisnis perlu bertumbuh dan naik kelas ke jenjang berikutnya. Sayangnya, data statistik tentang keberlanjutan hidup family business / bisnis keluarga (BK) tidak terlalu menggembirakan. Menurut riset Grant Thornton, 70% BK tidak bisa bertahan melewati 1 generasi, dan 90% sudah keburu tutup sebelum tongkat estafet diserahkan ke generasi ketiga. Untuk bertahan hidup dan terus berkembang, BK perlu mengadopsi profesionalisme dalam pendekatan pengelolaan bisnisnya.

            Satu faktor penting yang sering membuat sebuah perusahaan bangkrut adalah pengelolaan keuangan yang tidak memadai. Perusahaan yang memiliki prospek jangka panjang bagus pun akan tumbang bila tidak prudent dalam mengelola keuangannya sehingga kehabisan likuiditas.

            Sisi prudent dari pengelolaan keuangan BK dimulai dengan pemisahan yang jelas antara keuangan keluarga dan keuangan perusahaan. Pasalnya, campur aduk antara uang perusahaan dan uang keluarga merupakan sumber kekacauan keuangan. Berikutnya, pemisahan ini harus diikuti pencatatan keuangan yang sesuai dengan kaidah standar akuntansi yang berlaku. Biarpun sudah dipisah, kalau ternyata catatan keuangannya tidak jelas, tetap saja akan muncul masalah yang bisa membuat perusahaan berantakan.

Kebijakan keuangan
Informasi yang muncul setelah ada pemisahan yang jelas antara keuangan keluarga dan perusahaan, serta ada pencatatan yang jelas dan mengikuti kaidah standar, merupakan input yang berharga bagi kebijakan keuangan BK. Beberapa kebijakan yang perlu mendapat perhatian adalah sebagai berikut.

            Pertama, komposisi hutang dan modal sendiri. Komposisi ini sering juga diacu sebagai struktur finansial (bila hutang mencakup hutang jangka pendek dan panjang) atau struktur modal (bila berdasarkan hutang jangka panjang saja). Besarnya komposisi hutang dibanding total modal (hutang + ekuitas atau modal sendiri) tergantung dari beberapa faktor utama, di antaranya: Profitabilitas (+), stabilitas dari arus kas (+), tangibilitas dari asset (+), tingkat suku bunga pinjaman (-), tingkat pajak pendapatan perusahaan (+), pertumbuhan ekonomi (+), dan laju inflasi (+). Tanda di dalam kurung plus ‘+’ menunjukkan hubungan searah (contoh, bila perusahaan makin tinggi profitnya, maka komposisi hutang optimalnya dibanding total modal bisa lebih ditingkatkan), sementara tanda minus ‘-‘  menunjukkan hubungan berlawanan arah (contoh, tingginya suku bunga pinjaman akan meningkatkan beban arus kas pembayaran bunga dan mempercepat perburukan rasio cakupan bunga (interest coverage ratio) sehingga tidak dianjurkan memiliki rasio hutang tinggi).

Semakin stabil arus kas, semakin tinggi pula komposisi hutang optimal di dalam permodalan. Semakin besar rasio tangible asset atau aset berwujud (gedung, mesin, mobil, dll) terhadap total asset, semakin tinggi pula komposisi hutang yang optimal, karena pemberi hutang akan mersa lebih aman dalam memberikan hutang. Sebaliknya, semakin tinggi bunga pinjaman, maka sebaiknya porsi hutang dalam permodalan dikurangi. Ekonomi yang sedang bertumbuh tinggi mengindikasikan secara umum bisnis sedang bertumbuh pesat sehingga mampu meningkatkan kapasitas berhutang. Inflasi yang tinggi, bila belum diikuti kenaikan suku bunga, menguntungkan bagi perusahaan yang berhutang terutama hutang dengan bunga tetap. Dalam situasi ini, biaya bunga tidak naik tetapi nilai riil hutang justru turun akibat inflasi.

Kedua, keseimbangan modal kerja (working capital). Modal kerja berhubungan dengan current assets (aset jangka pendek) dan current liabilities (kewajiban jangka pendek) pada neraca perusahaan. Ada beberapa cara untuk membiayai current assets. Kendati begitu, untuk keperluan manajemen risiko biasanya perlu digunakan prinsip penyepadanan (matching). Artinya, bagian dari current assets yang selalu konsisten ada (disebut permanent current assets) dianjurkan untuk dibiayai dengan hutang jangka panjang. Sementara itu, sisanya (disebut seasonal atau temporary current assets, karena bersifat musiman) dibiayai dengan hutang jangka pendek.

Ketiga, perhatikan komposisi aset tetap (fixed assets) dibandingkan total assets. Rasio fixed asset yang tinggi biasanya berimplikasi fixed cost yang tinggi. Akibatnya, Fixed asset yang berlebihan bisa membebani arus kas perusahaan bila penjualan belum stabil atau ekonomi sedang melambat. Sebaliknya, saat ekonomi sedang boom, fixed asset justru membawa dampak positif, yaitu penjualan meningkat tapi biaya relatif tetap, plus ada potensi kenaikan nilai fixed assets (terutama property) saat ekononomi boom.

Keempat, struktur biaya (fixed costs vs variable costs). Isu finansial keempat ini terkait erat dengan komposisi fixed assets dan rasio hutang. Total fixed costs bisa berasal dari fixed operational costs (yang biasanya terkait dengan fixed assets) dan dari fixed financial costs (yang terkait dengan rasio hutang).

Kelima, komposisi revenue atau penjualan. Revenue yang berasal dari repeat customers atau pelanggan/nasabah loyal memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan nasabah baru. Komposisi revenue seperti ini perlu dijaga kesimbangannya dibandingkan akuisisi pelanggan baru yang biasanya memerlukan biaya berlipat kali dibanding bisnis dari pelanggan lama.

Keenam, manajemen kas. Cash is king in business. Itu tidak diragukan lagi. Oleh karena ini pengelolaan atau manajemen kas ini perlu diperhatikan. Prinsipnya, jangan terlalu banyak menumpuk aset dalam bentuk uang tunai yang tidak memberikan bunga memadai. Namun di sisi lain, pebisnis harus hati-hati agar jangan kekurangan uang tunai saat diperlukan.  Timing dari penempatan dana kas pada instrumen investasi yang pas menjadi penting agar hasilnya optimal dn risikonya bisa tetap terkendali. Selain itu, pencegahan kebocoran akibat occupational fraud (penyalahgunaan uang dan aset perusahaan) penting dilaksanakan. Fraud bisa berdampak buruk dalam jangka pendek akibat kekurangan dana tunai, dan juga jangka panjang karena mentalitas ’korupsi’ bisa menular bagaikan kanker bila dibiarkan tanpa tindakan.

Ketujuh, kebijakan dividen (dividend policy). Kebijakan dividen, yang merupakan pembagian rejeki BK, bisa menjadi isu yang sangat sensitif, terutama bila BK sudah memasuki generasi kedua dan ketiga. Dengan semakin banyak pihak yang berkepentingan untuk mendapat rejeki berupa pembagian dividen, semakin banyak pula potensi konflik yang timbul bila kebijakan dividen tidak dikelola dengan baik. Untuk kebijakan dividen ini, pertimbangan perpajakan, kebutuhan pemegang saham, serta peluang pertumbuhan perusahaan harus dipertimbangkan secara terpadu.

Last but not least, manajemen risiko finansial secara proaktif dan terintegrasi perlu direncanakan dan diimplementasikan sangat cermat. Manajemen risiko bisa dilakukan melalui pendekatan natural hedging (penyepadanan pemasukan dan pengeluaran, baik dari sisi timing maupun mata uangnya), transfer risiko dengan instrumen seperti asuransi, ataupun menggunakan instrumen derivatif untuk proteksi harga dan posisi terbuka di masa depan.

Profesionalisme di bidang finansial bagi BK memang tidak semudah membalik telapak tangan. Itulah sebabnya survival rate BK tidak terlalu menggembirakan statistiknya. Tidak ada jalan pintas untuk melestarikan BK. Kerjakeras, kerjacerdas, kerja tuntas, dan kerjasama, serta kerja sepenuh hati, itu semua wajib hukumnya.



REFERENSI

Sembel, Roy dan T. Sugiharto. 2009. The Art of BEST WIN (BEcoming Smarter, Tougher, and Wiser INvestors). Elex Media Komputindo, Jakarta.

Sembel, Roy dan T. Sugiharto. 2010. Towards World-Class Indonesian Companies: Seni dan Ilmu Praktek Manajemen untuk Perusahaan Indonesia di Masa Depan. Naskah dalam proses dipublikasi, Jakarta.

Sembel, Roy. 2010. “Membangun Indonesia BEBAS (BEda, BisA, dan Satu)”. dalam Oentoro, Jimmy (ed.), Indonesia Satu, Indonesia Beda, dan Indonesia Bisa, Harvest Publication House, Jakarta.

Sabtu, 16 April 2011

Heboh ... dan Memukau RAT CUMT Tahun Buku 2010


RAPAT ANGGOTA TAHUNAN THN BUKU 2010
CREDIT UNION MOTOTABIAN (CUMT)

Tema :
"Pertobatan ... Menuju Kesejahteraan
dan Kebebasan Finansial"

Minggu, 20 Februari 2011 pukul 10.00 Wita, masyarakat Kota Kotamobagu khususnya masyarakat yang berdomisili disepanjang jln. Diponegoro Kel. Biga dikagetkan dengan gemuruh bunyi drum band yang dimainkan oleh siswa-siswi SMP/SMA Katolik Theodorus Kotamobagu dan pawai panjang yang diikuti oleh Penasehat, Dewan Pengurus, Badan Pengawas, Staf dan anggota CUMT peserta RAT yang berjumlah 217 orang dari Gereja Katolik menuju Aula Santa Ursula yang terletak di kompleks SMP/SMA Katolik Theodorus Kotamobagu, milik Yayasan Pendidikan Satya Bhakti Perwakilan Kotamobagu yang dikelolah oleh suster-suster Ursulin.

Sebelum pawai, kegiatan RAT Tahun Buku 2010, diawali dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Katolik Kristus Raja Kotamobagu yang dipimpin oleh Pastor Paroki Kristus Raja Kotamobagu Pastor Berce Gregorius Rorimpandey, Pr, yang juga adalah anggota sekaligus Penasehat Credit Union Mototabian.

RAT Tahun Buku 2010 CUMT dimulai tepat pukul 11.00 Wita yang diawali dengan acara Pembukaan dihadiri oleh Pastor Benny Salombre, Pr, sebagai Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Manado sekaligus juga anggota dan Penasehat CUMT, Bapak Drs. Syarifudin Makalalag sebagai Kepala Bidang Koperasi dan UKM bersama Bapak Samsudin Mokodompit mewakili Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal Kota Kotamobagu.
Acara Pembukaan yang dipandu oleh Ibu Yustina Sugiyanti, Bapak Drs. Faustinus Vence Taroreh dan Saudari Telly K. Kaloh, S.Si, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Credit Union, tarian "Kabela" (tari penyambut tamu), doa pembukaan dan penampilan yang memukau lewat sajian tarian "Inde Dou" oleh siswi-siswi SMA Katolik Theodorus Kotamobagu yang menggambarkan "Bogani" Wanita tanah Totabuan pada abad ke-17, kemudian acara dilanjutkan dengan laporan Panitia RAT yang dibawakan oleh Ketua Panitia Bapak Paulus Fanulene. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Sambutan pertama oleh Ketua CUMT Bapak Aloysius Laka, BA, S.IP, intinya menekankan 3 PRINSIP UTAMA Credit Union :


1. Modal hanya diperoleh dari anggota (asas swadaya)
2. Pinjaman hanya diberikan kepada anggota
    (asas dari, oleh dan untuk anggota).
3. Jaminan terbaik dari pinjaman adalah WATAK anggota
    (asas kepercayaan, kesetiakawanan dan persaudaraan)

Selain itu dalam sambutannya mengingatkan kembali kepada peserta RAT, 3 PILAR Credit Union yang harus dijaga dan dipegang teguh oleh seluruh anggota Credit Union, yaitu :
1. PENDIDIKAN,
    dengan mottonya : Mulai dengan pendidikan,
    berkembang melalui pendidikan,
    dikontrol oleh pendidikan dan
    bergantung pada pendidikan.
2. SWADAYA,
    dengan mottonya : Dari anggota,
    Oleh anggota dan Untuk anggota
3. SOLIDARITAS,
    dengan mottonya : Anda susah saya bantu,
    saya susah anda bantu.

Jika CU tidak memperhatikan ke-3 pilar tersebut, CU tersebut bagaikan sebuah bangunan yang tidak memiliki tiang penyanggah yang kuat, maka akan mudah roboh. Demikian juga dalam pengembangannya, jika CU tidak memperhatikan ke-3 pilar tersebut sudah dipastikan CU akan hancur dan mati.

Sesuai Visi CU Mototabian "Menjadi Lembaga Keuangan Pilihan Utama Masyarakat yang Tangguh dan Terpercaya", maka saya menghimbau :
1.  Kepada Dewan Pengurus, Badan Pengawas dan Staf agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada anggota bukan saja menuju kesejahteraan tetapi sampai menuju kebebasan finansial.
2.  Kepada anggota diharapkan untuk meningkatkan tabungan agar cepat mencapai kesejahteraan, terutama cepat mencapai kebebasan finansial dan jangan lalai mengangsur karena CUMT adalah milik anggota.
3.  Kepada pemerintah, melalui Disperindagkop dan Penanaman Modal Kota Kotamobagu agar membantu memasyarakatkan CUMT dan men-CUMT-kan masyarakat. Sehingga CUMT benar-benar menjadi Lembaga Keuangan Pilihan Utama Masyarakat yang Tangguh dan Terpercaya. Karena CUMT adalah salah satu asset umat Katolik sekaligus juga CUMT adalah salah satu lembaga keuangan milik masyarakat yang telah mendukung program pemerintah Kota Kotamobagu menjadi kota jasa. Karena dari jumlah 704 anggota CUMT + 55% anggota CUMT berasal dari masyarakat Kota Kotamobagu dan sisanya dari luar Kota Kotamobagu (Bolmong, Boltim, Bolsel, Bolmut, Manado, Kota Bitung, Minahasa, Minsel, Minut, Mitra, Kota Tomohon, Gorontalo, Sangihe, Talaud, Jakarta, Sulawesi Tengah, Papua dan NTT).
Akhir kata, saya atas nama Dewan Pengurus, Badan Pengawas, dan Manajemen berharap semoga RAT ini dapat menghantar kita menuju PERTOBATAN benar sesuai dengan Dasar, Pilar, Prinsip, Nilai dan Roh Gerakan Credit Union menuju KESEJAHTERAAN DAN KEBEBASAN FINANSIAL yang kita cita-citakan bersama.

Sambutan kedua disampaikan oleh Pastor Benny Salombre, Pr, sebagai Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Manado. Mengawali sambutannya mengajak seluruh peserta RAT dengan salam CU, dengan suara lantang bertanya kepada peserta RAT, CU Sejati ?? dijawab dengan lantang oleh 217 orang peserta, CU MOTOTABIAN…. Beliau mengawali sambutan bahwa sampai sekarang sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa CU itu miskin dan kampungan. Hari ini CU Mototabian telah membuktikan bahwa CU memang milik orang miskin tapi tidak kampungan. Jika orang miskin dan kaum terpinggirkan bersatu akan menjadi satu kekuatan yang tidak tertandingi. Saya bangga dengan kehadiran Credit Union Mototabian, karena sejak berdiri 4 Desember 2008, telah menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang luar biasa dalam mensejahterakan masyarakat terutama dalam menyiapkan modal usaha bagi kaum miskin. Harapan saya agar Credit Union Mototabian menjadi gerakan untuk memberdayakan kelompok-kelompok khusus bagi kaum miskin yang secara ekonomi aktif dan mempunyai potensi serta energy untuk berkembang. Terutama sangat penting gerakan pemberdayaan melalui pendidikan kewirausahaan dan pembentukan modal tanpa menggantungkan diri dari sumber modal berskala besar ataupun dari pemerintah. Saya berharap agar Credit Union Mototabian dalam gerakannya untuk mendidik anggota dan membentuk modal secara mandiri ini, tentu tidak dapat dilepaskan dari proses pembentukan sikap saling percaya, kejujuran dalam usaha, kreativitas, inovasi, kualitas, ketepatan waktu, pola hidup hemat dan sebagainya.

Sambutan ketiga disampaikan oleh Bapak Drs. Syafudin Makalalag, sebagai Kepala Bidang Koperasi dan UKM mewakili Kepala Dinas Perindagkop dan Penanaman Modal Kota Kotamobagu. Dalam sambutannya mengatakan bahwa ketika Dewan Pengurus CUMT menghadap saya dan memohon untuk pembuatan Badan Hukum, saya ragu dan mengatakan kepada stafnya untuk diteliti secara seksama permohonan tersebut, sebab Koperasi yang ada di Kota Kotamobagu sampai sekarang + 258 koperasi. Saat mendirikan para pendirinya antusias dan penuh semangat, namun ketika ditengah perjalanan banyak yang membiarkan koperasinya. Dengan menghadiri RAT hari ini saya melihat sendiri ternyata Dewan Pengurus, Badan Pengawas dan Staf CUMT telah menunjukkan keseriusan dan kesungguhan dalam mendirikan dan mengelolah Koperasi Credit Union Mototabian, karena dalam tempo 2 tahun telah menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa, baik pertumbuhan asset maupun pertumbuhan jumlah anggota. Namun beliau menambahkan akan lebih yakin lagi apabila sehat organisasi, sehat administrasi (keuangan dan non keuangan) dan sehat usaha. Credit Union Mototabian sudah dibuktikan dengan hasil audit dari Dinas Perindagkop dan Penanaman Modal. Tambah beliau namun atas nama pemerintah Kota Kotamobagu mengucapkan terima kasih banyak, karena kehadiran Credit Union Mototabian telah sesuai dengan harapan Bapak Walikota Drs. Hi. Djelantik Mokodompit, bahwa Kota Kotamobagu akan menjadi KOTA KOPERASI. Usai menyampaikan sambutan dilanjutkan melantik Penasehat, Dewan Pengurus, dan Badan Pengawas masa bakti 2008-2011.

Usai pelantikan dilanjutkan dengan makan siang bersama, dilanjutkan dengan acara RAT yang diawali dengan Pembacaan risalah RAT Tahun Buku 2009, Pembahasan dan Pengesahan Tata Tertib Tahun Buku 2010, oleh Bapak Markus Sugeng, S.Pd.

Kemudian dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus Bapak Aloysius Laka, BA.S.IP, sebagai berikut :




1.  Tingkat pertumbuhan asset Tahun Buku 2010 sebesar 123,8% dan anggota sebesar 95%.
2.  Masyarakat mulai mengerti dan merasakan manfaat keberadaan CU Mototabian sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi keluarga, dibuktikan dengan angka rata-rata jumlah simpanan anggota Rp. 5,9 juta.
3.  Tahun Buku 2010 CU Mototabian telah  memiliki Badan Hukum dengan nomor : 07/BH/XXV.13/DPP-KPM-KK/XII/2010, tanggal 16 Desember 2010.
4.  Pembentukan dan Perutusan Kelompok Inti (POKTI) CUMT merupakan sarana penting untuk mencapai target anggota dan asset yang telah dijabarkan dalam business plan Tahun Buku 2011. Tanpa kelompok inti CUMT tetap berjalan ditempat tanpa mengalami perubahan yang berarti.
5.  Menjalin kerjasama : antar CU melalui BKCUK, Lembaga Pendamping, Bidang PSE Keuskupan Manado, Paroki Kristus Raja Kotamobagu serta paroki-paroki lainnya.

Laporan pertanggungjawaban Badan Pengawas disampaikan oleh Ketua Badan Pengawas Bapak Rocky J. Terok, sebagai berikut :
1.  Aspek Hukum : Keamanan dan legalitas CUMT dari segi hukum dapat dipertanggungjawabkan.
2.  Aspek Organisasi :
a) Perubahan dan reposisi kepengurusan dan manajemen berdampak sangat positif pada kinerja CUMT.
b) Perlunya dipahami oleh semua pihak bahwa pengetahuan anggota tentang CU akan dipenuhi dalam pendidikan dasar.
3.  Aspek Keuangan :
a) Kinerja keuangan CU Mototabian dapat diandalkan.
b) Perlunya kesadaran seluruh anggota untuk menjaga kesehatan keuangan CUMT yang adalah milik bersama anggota dengan secara disiplin memenuhi kewajibannya atau tidak menunggak.
c)  Dana Bantuan Duka (Baka) adalah bentuk solidaritas antar sesama anggota dan untuk kepentingan anggota itu sendiri sehingga diperlukan kesadaran anggota untuk melunasi kewajiban tersebut setiap tahun.
4.  Aspek Manajemen : Sudah melaksanakan tugas dengan baik, namun perlu ditingkatkan kinerja dalam bentuk pelayanan kepada anggota dengan baik dan professional.
Usai laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus dan Badan Pengawas, acara dilanjutkan dengan tanggapan peserta RAT terhadap laporan tersebut, yang dipandu oleh Bapak Drs. Faustinus V. Taroreh dan Bapak Markus Sugeng, S.Pd. Semua pertanyaan yang diajukan oleh peserta RAT dijawab dengan lugas, tegas dan jelas oleh Bendahara sekaligus Manajer CUMT Bapak Ir. Lucky Steven Musung, sehingga dapat dipahami dan memuaskan semua peserta RAT.

Dan akhirnya laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus dan Badan Pengawas diterima oleh peserta RAT Tahun Buku 2010, yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Penerimaan LPJ yang mewakili peserta RAT, yaitu Bapak Lodewyk Aray, S.IP (Kotamobagu), Bapak Verly Tielung, S.Fil (Minahasa Selatan) dan Yohanes Jansen Waworundeng (Minahasa).

Acara RAT dilanjutkan dengan penyampaian Program Kerja Credit Union Mototabian Tahun Buku 2011 yang intinya adalah :
1.  Peningkatan kuantitas CUMT :
·       Jumlah anggota menjadi 2.054 orang
·       Jumlah rata-rata simpanan anggota Rp. 6.300.000,-
·       Jumlah asset menjadi Rp. 13.500.000,-
·       Peluncuran produk simpanan khusus untuk anak sekolah “IJASAH” (Impian JAdi SArjana Handal).
·       Perluasan wilayah pelayanan diluar Kotamobagu, Bolmong, Bolsel, Boltim dan Bolmut.
2.  Peningkatan Kualitas CUMT :
·       Pendidikan Dasar dan Pendidikan Lanjutan Anggota.
·       Pendidikan dan Pelatihan bagi 48 orang Kelompok Inti.
·       Pendidikan dan Pelatihan bagi Penasehat, Dewan Pengurus, Badan Pengawas dan Manajemen baik internal (CUMT) maupun eksternal (BKCUK).
·       Pemasangan program komputerisasi “SIKOPDIT CS” dalam system pelayanan manajemen.
·       Peningkatan pelayanan kepada anggota secara professional.

Dan Program-program yang disampaikan semuanya disetujui oleh peserta RAT, dilanjutkan dengan penyerahan Program Kerja CUMT Tahun Buku 2011 oleh Ketua Dewan Pengurus kepada Manajemen diwakili oleh Bapak Ir. Lucky S. Musung selaku Manajer, yang selanjutnya operasionalnya akan dilaksanakan oleh 4 orang staf.

Akhirnya pada pukul 17.00 Wita, RAT Tahun Buku 2010 ditutup oleh Ketua Dewan Pengurus Credit Union Mototabian Bapak Aloysius Laka, BA, S.IP, dilanjutkan dengan doa dan menyanyikan lagu MARS CREDIT UNION MOTOTABIAN ciptaan Bapak Max Millian Joseph Polandos, S.Pd yang adalah anggota CUMT dan dilanjutkan dengan foto bersama.
Sayonara … sampai jumpa pada RAT Tahun Buku 2011 di Tahun 2012.

Entri Populer