BADAN HUKUM CU MOTOTABIAN: Nomor : 07/BH/XXV.13/DPPPKM-KK/XII/2010, tanggal 16 Desember 2010

Kamis, 24 November 2011

Credit Union Mototabian = Filosofi Petani

Credit Union Mototabian muncul ditengah-tengah masyarakat Kotamobagu - Bolaang Mongondow - Sulawesi Utara yang sebagian besar adalah petani. Lembaga ini muncul dengan tujuan meningkatkan  kwalitas sosial - ekonomi masyarakat Sulawesi Utara dengan mengubah pola pikir masyarakat yang sebelumnya berjiwa konsumtif, menjadi orang yang berjiwa produktif. Untuk mewujudkan harapan tersebut, maka yang menjadi hal utama bagi CU Mototabian adalah PENDIDIKAN bagi anggota. Dengan PENDIDIKAN inilah secara bertahap bisa merubah pola pikir masyarakat.

Gerakan CU MOTOTABIAN tidak terlepas dari “Filosofi Petani”. Petani menanam, merawat, hingga memetik hasilnya. Untuk menanam, para petani harus memiliki “benih”. Oleh karena itu setelah panen, hasil panen tidak langsung habis untuk dikonsumsi, tetapi sebagian disimpan sebagai benih. Begitu pula dalam ber-CU, kita juga harus memiliki benih (modal). Setelah memiliki modal, barulah kita bisa mengembangkan modal yang sudah ada dengan harapan dapat memberikan hasil yang memuaskan.



Selasa, 16 Agustus 2011

Lakukan Investasi, Maka Anda Kaya

 Kita semua mengetahui bahwa aset adalah suatu yang sangat berharga dan manusia merupakan aset yang paling sangat berharga karena merupakan anugrah dari Tuhan Sang Pencipta. Jika dipilah, maka ada bermacam macam aset di muka bumi ini, namun yang dibahas disini hanya terbatas pada aset yang berhubungan dengan perencanaan keuangan utamanya aset finansial saja.

Berbicara mengenai penambahan aset, alangkah bijak jika kita melakukan evaluasi terhadap kekayaan (aset) bersih yang kita miliki. Aset atau kekayaan bersih adalah selisih dari total kekayaan atau harta yang anda miliki dikurangi oleh seluruh utang yang ada.

Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:

Selasa, 14 Juni 2011

PEMENANG & PECUNDANG

PEMENANG & PECUNDANG

Ada hal yang membedakan seseorang PEMENANG dengan PECUNDANG. Seorang PEMENANG akan selalu bangkit dari kekalahan dan melakukan sesuatu untuk MENANG, namun tidak bagi PECUNDANG.

Seorang PECUNDANG tak tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah, tetapi sesumbar apa yang dilakukannya bila MENANG.

Sedangkan, PEMENANG tidak berbicara apa yang dilakukannya bila ia MENANG, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila ia kalah.
(By, ERIC BERNE)...



Salam sukses !

Sabtu, 21 Mei 2011

PERAN CREDIT UNION DALAM MEMBANGUN EKONOMI KERAKYATAN

          Filosofi dasar Credit Union adalah membantu diri sendiri dan sesama (self help and others) dan di Indonesia memiliki tiga pilar dalam mengembangkan Credit Union, yaitu : Pendidikan, Solidaritas dan Swadaya. Ketiga pilar ini harus dijalankan secara konsisten. Barang siapa yang tidak menjalankan ketiga pilar tersebut akan mengalami kendala dan masalah yang lebih besar dan kompleks dibandingkan dengan mereka yang menjalankan. Ketiga pilar ini merupakan suatu yang menjadi ciri khas dan sekaligus perbedaan Credit Union dengan koperasi yang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Jumat, 20 Mei 2011

Tips Menghadapi Kejenuhan Dalam Bisnis

Ada saat dimana kita merasa begitu jenuh dengan rutinitas bisnis, tidak peduli seberapa besar kenaikan atau kemajuan yang sedang menghampiri bisnis kita.
Rasa ini mendadak saja datang, membuat kita tidak mampu berpikir jernih dan untuk sementara malas berbuat apa pun.
Sebagai manusia, wajar sekali kita dilanda kejenuhan. Anda bukan satu-satunya manusia di dunia ini yang mengalami tekanan ini. Saya dan siapa pun pasti pernah, jadi tetaplah berusaha menghadapi hal ini dengan jernih.
Caranya? Mari kita intip tips berikut :

Rabu, 18 Mei 2011

Koperasi dan UMKM Sebagai Penggerak Pemberdayaan Masyarakat & Kemandirian Bangsa

Koperasi dan UMKM Sebagai Penggerak
Pemberdayaan Masyarakat & Kemandirian Bangsa

T.Handono Eko Prabowo, MBA, Ph.D; Universitas Sanata Dharma - Yogyakarta
(Cuplikan Materi Seminar Nasional BKCU-K, 6 Mei 2011 di Jakarta)
ABSTRAK
Globalisasi, persaingan bebas dan sistim perekonomian yang kapitalistis ditengerai menjadi ”biang kerok” hancurnya sendi-sendi ekonomi dan kedaulatan negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Negara semakin tidak mampu lagi menentukan nasib negaranya termasuk membuat kebijakan yang sesuai dengan kepentingan rakyatnya. Negara terlalu sering ”tidak hadir” di tengah penderitaan rakyatnya sendiri. Kapitalisme global begitu menjerat, menyandera, dan ”merebut” kedaulatan sosial ekonomi di Indonesia. Arah ekonomi Indonesia semakin “merisaukan” dan ”roh pembangunan” untuk rakyat semakin hilang. Ekonomi pasar ”telah gagal” mengurangi kemiskinan dan gagal mengakhiri pengangguran. Pembangunan ”menggusur orang miskin” dan menjadikan mereka semakin termarginalisasi ”bukan menggusur kemiskinan”. Maka rakyat dengan segala kekuatan transformatif yang dimilikinya mau tidak mau harus siap menyelamatkan dirinya sendiri untuk terhindar dari kondisi yang lebih buruk. Rakyat memiliki potensi kekuatan transformatif luar biasa seperti koperasi credit union dan UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat. Apabila kekuatan-kekuatan transformatif dikelola dengan baik maka rakyat mampu membentuk konstruksi masyarakat yang dicita-citakan. Masyarakat yang berdaulat secara sosial ekonomi, sejahtera dan lebih bermartabat.


1.      PENDAHULUAN

Entri Populer