BADAN HUKUM CU MOTOTABIAN: Nomor : 07/BH/XXV.13/DPPPKM-KK/XII/2010, tanggal 16 Desember 2010

Selasa, 16 Agustus 2011

Lakukan Investasi, Maka Anda Kaya

 Kita semua mengetahui bahwa aset adalah suatu yang sangat berharga dan manusia merupakan aset yang paling sangat berharga karena merupakan anugrah dari Tuhan Sang Pencipta. Jika dipilah, maka ada bermacam macam aset di muka bumi ini, namun yang dibahas disini hanya terbatas pada aset yang berhubungan dengan perencanaan keuangan utamanya aset finansial saja.

Berbicara mengenai penambahan aset, alangkah bijak jika kita melakukan evaluasi terhadap kekayaan (aset) bersih yang kita miliki. Aset atau kekayaan bersih adalah selisih dari total kekayaan atau harta yang anda miliki dikurangi oleh seluruh utang yang ada.

Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:

Selasa, 14 Juni 2011

PEMENANG & PECUNDANG

PEMENANG & PECUNDANG

Ada hal yang membedakan seseorang PEMENANG dengan PECUNDANG. Seorang PEMENANG akan selalu bangkit dari kekalahan dan melakukan sesuatu untuk MENANG, namun tidak bagi PECUNDANG.

Seorang PECUNDANG tak tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah, tetapi sesumbar apa yang dilakukannya bila MENANG.

Sedangkan, PEMENANG tidak berbicara apa yang dilakukannya bila ia MENANG, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila ia kalah.
(By, ERIC BERNE)...



Salam sukses !

Sabtu, 21 Mei 2011

PERAN CREDIT UNION DALAM MEMBANGUN EKONOMI KERAKYATAN

          Filosofi dasar Credit Union adalah membantu diri sendiri dan sesama (self help and others) dan di Indonesia memiliki tiga pilar dalam mengembangkan Credit Union, yaitu : Pendidikan, Solidaritas dan Swadaya. Ketiga pilar ini harus dijalankan secara konsisten. Barang siapa yang tidak menjalankan ketiga pilar tersebut akan mengalami kendala dan masalah yang lebih besar dan kompleks dibandingkan dengan mereka yang menjalankan. Ketiga pilar ini merupakan suatu yang menjadi ciri khas dan sekaligus perbedaan Credit Union dengan koperasi yang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Jumat, 20 Mei 2011

Tips Menghadapi Kejenuhan Dalam Bisnis

Ada saat dimana kita merasa begitu jenuh dengan rutinitas bisnis, tidak peduli seberapa besar kenaikan atau kemajuan yang sedang menghampiri bisnis kita.
Rasa ini mendadak saja datang, membuat kita tidak mampu berpikir jernih dan untuk sementara malas berbuat apa pun.
Sebagai manusia, wajar sekali kita dilanda kejenuhan. Anda bukan satu-satunya manusia di dunia ini yang mengalami tekanan ini. Saya dan siapa pun pasti pernah, jadi tetaplah berusaha menghadapi hal ini dengan jernih.
Caranya? Mari kita intip tips berikut :

Rabu, 18 Mei 2011

Koperasi dan UMKM Sebagai Penggerak Pemberdayaan Masyarakat & Kemandirian Bangsa

Koperasi dan UMKM Sebagai Penggerak
Pemberdayaan Masyarakat & Kemandirian Bangsa

T.Handono Eko Prabowo, MBA, Ph.D; Universitas Sanata Dharma - Yogyakarta
(Cuplikan Materi Seminar Nasional BKCU-K, 6 Mei 2011 di Jakarta)
ABSTRAK
Globalisasi, persaingan bebas dan sistim perekonomian yang kapitalistis ditengerai menjadi ”biang kerok” hancurnya sendi-sendi ekonomi dan kedaulatan negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Negara semakin tidak mampu lagi menentukan nasib negaranya termasuk membuat kebijakan yang sesuai dengan kepentingan rakyatnya. Negara terlalu sering ”tidak hadir” di tengah penderitaan rakyatnya sendiri. Kapitalisme global begitu menjerat, menyandera, dan ”merebut” kedaulatan sosial ekonomi di Indonesia. Arah ekonomi Indonesia semakin “merisaukan” dan ”roh pembangunan” untuk rakyat semakin hilang. Ekonomi pasar ”telah gagal” mengurangi kemiskinan dan gagal mengakhiri pengangguran. Pembangunan ”menggusur orang miskin” dan menjadikan mereka semakin termarginalisasi ”bukan menggusur kemiskinan”. Maka rakyat dengan segala kekuatan transformatif yang dimilikinya mau tidak mau harus siap menyelamatkan dirinya sendiri untuk terhindar dari kondisi yang lebih buruk. Rakyat memiliki potensi kekuatan transformatif luar biasa seperti koperasi credit union dan UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat. Apabila kekuatan-kekuatan transformatif dikelola dengan baik maka rakyat mampu membentuk konstruksi masyarakat yang dicita-citakan. Masyarakat yang berdaulat secara sosial ekonomi, sejahtera dan lebih bermartabat.


1.      PENDAHULUAN

Selasa, 17 Mei 2011

MAMPUKAH CREDIT UNION BERTAHAN 100 TAHUN LAGI ?

MAMPUKAH CREDIT UNION
BERTAHAN 100 TAHUN LAGI ?
Oleh : Paul Soetopo
(Cuplikan Materi Seminar Nasional BKCU-K, 6 Mei 2011 di Jakarta)

Pendapat saya berikut saya tarik dari pengalaman saya yang lebih dari 30 tahun berada di Bank Sentral sebagai Regulator bank-bank dan LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank) serta keterlibatan saya selama beberapa tahun di Kantor Pusat International Monetary Fund (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat. Beberapa tahun terakhir ini saya dilibatkan oleh Bapak A.R. Mecer, Ketua BKCU-K, untuk mendalami – secara teoritis dan praktek – Credit Union.

Sehubungan dengan itu perkenankanlah saya memberikan beberapa catatan sesuai pemahaman saya selama ini sebagai berikut :

Entri Populer