BADAN HUKUM CU MOTOTABIAN: Nomor : 07/BH/XXV.13/DPPPKM-KK/XII/2010, tanggal 16 Desember 2010

Senin, 21 Mei 2012

Cintaku di Credit Union

Marselus Sunardi (Ketua BKCU-K 2012-2014), “Cintaku di Credit Union”

oleh Edi V. Petebang
 

Drs. Marselus Sunardi terpilih sebagai Ketua Pengurus Puskopdit BKCUK Periode 2012 - 2014. Bagi aktivis CU tentulah sudah familiar dengan Sunardi; ia bukanlah orang baru di dunia per-CU-an BKCUK dan Periode sebelumnya Sunardi adalah wakil ketua Pengurus; BKCUK. Tentu karena kinerjanya yang baik maka ia dipercaya anggota. “Saya sangat mencintai credit union. Hidup saya, saya baktikan untuk credit union,”ujarnya dalam satu kesempatan.

“Kisah cinta” Nardi—demikian ia akrab disapa, dengan credit union bermula tahun 1993, tepatnya tanggal 18 September, saat ia menjadi anggota CU Lantang Tipo di Bodok, Sanggau. Sebagai anggota ia sangat aktif. Karena itulah tiga tahun kemudian, tahun 1996, ia terpilih sebagai anggota Pengurus CU Lantang Tipo.


Sebagai guru, ia sangat prihatian dengan gaya hidup masyarakat, khususnya masyarakat Dayak—saudara sebangsanya-- yang konsumtif dan beratnya kehidupan masyarakat pedesaan akibat krisis ekonomi tahun 1997-1998. Keprihatinan itulah yang ia dan kawan-kawan pengurus, pengawas dan manajemen jawab melalui pengembangan CU Lantang Tipo. Di CU yang terbesar di Indonesia ini Sunardi pernah menjadi Sekretaris, Bendahara, dan Wakil Ketua. Ia juga aktif dalam pelatihan-pelatihan tentang credit union baik di dalam maupun di luar negeri.


Sunardi lahir dan besar di kampung Pejugan, Sanggau, Kalbar dari pasangan MB. Judah dan Dominika Serian. Sulung dari enam bersaudara ini sejak kecil sudah menunjukkan bakat kepemimpinannya. Kerapkali ia memimpin teman-temannya dalam berbagai kegiatan, baik di kampung dan di sekolah. “Saya merasa bahwa jalan hidup yang ditentukan Tuhan adalah aktif di credit union dan “terlanjur” jatuh cinta kepada gerakan ini,”tuturnya.


Diwawancarai usai terpilih sebagai ketua pengurus BKCUK, Nardi mengatakan ada tiga program prioritas BKCUK.

Pertama, pembenahan keorganisasian Puskopdit BKCUK. Misalnya, periode sekarang pengurus akan menunjuk beberapa tokoh gerakan CU untuk menjadi penasihat. Kedua, pembenahan komunikasi dan informasi di BKCUK, termasuk perbaikan program komputer di CU yang banyak dikeluhkan anggota serta melakukan promosi tentang gerakan CU dan  BKCUK. Ketiga, melakukan advokasi untuk sejumlah isu krusial terkait dengan gerakan credit union.



“Isu yang paling hangat sekarang adalah pajak untuk koperasi. Kita akan melakukan audiensi dengan pihak pajak dilengkapi data untuk menjelaskan tentang CU ini, baik di level daerah maupun nasional. Jika memang cara ini tidak berhasil, kita akan melakukan gugatan yudicial review ke Mahkamah Konstitusi,”jelasnya kepada Edi V.Petebang. Selamat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer